• Jelajahi

    Copyright © Berita 1
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    "Di Ujung Rotan Ada Mutiara": Tiga Dekade Pengabdian Tulus Didimus A. Dahur di SMPN 1 Reok

    Piter Bota
    Sabtu, 10 Januari 2026, Januari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-01-10T11:47:36Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini











    Berita1.Info. Sabtu 10 Januari 2026– Ada ungkapan klasik yang selalu dipegang teguh oleh Didimus A. Dahur: "Di ujung rotan ada mutiara." Bukan tentang kekerasan, melainkan tentang kedisiplinan dan keteguhan hati dalam menempa karakter. Kini, setelah 30 tahun "menambang mutiara" di dunia pendidikan, sang guru senior resmi memasuki masa purna bakti.


    Perayaan perpisahan yang digelar di SMPN 1 Reok pada awal 2026 ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan sebuah penghormatan bagi seorang tokoh yang telah menyaksikan pergantian enam kepemimpinan kepala sekolah, mulai dari era Almarhum David Dahur hingga Maria Oliva Nduang, S.Pd.


    Rekam Jejak: Dari Honorer Hingga Legenda


    Perjalanan Didimus adalah cermin kesabaran seorang pendidik sejati. Ia memulai langkahnya di SMPN 1 Reok pada tahun 1995 sebagai guru komite (honorer). Dua tahun berjuang dengan status tersebut, dedikasinya berbuah manis saat ia diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1997.


    Selama 30 tahun, Didimus tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi menanamkan nilai. Baginya, SMPN 1 Reok bukan sekadar tempat bekerja (kantor), melainkan "Rumah Kedua" yang penuh kehangatan.


    "Perbuatan Lebih Penting Daripada Kata-Kata"


    Dalam sambutan perpisahannya yang menyentuh sanubari, Didimus menegaskan motto hidupnya: Facta Non Verba. Ia percaya bahwa teladan nyata jauh lebih membekas bagi siswa daripada ribuan nasihat lisan.


    "Tiga puluh tahun terasa seperti baru kemarin. Itu semua karena kekeluargaan yang luar biasa di lembaga tercinta ini. Saya telah mengakhiri 'pertandingan' pengabdian ini sampai pada titik terakhir," ungkapnya dengan nada haru.


    Ia juga menyampaikan pesan edukatif yang mendalam tentang hakikat kehidupan:


    "Kita harus menyadari bahwa tiada yang abadi di dunia ini. Tugas dan jabatan hanyalah sementara. Namun, persaudaraan yang kita jalin adalah warisan yang harus terus hidup meski raga tak lagi di sekolah ini."

     

    Apresiasi dan Estafet Semangat


    Kepala SMPN 1 Reok, Oliva Maria Nduang, S.Pd., menyebut Didimus sebagai prototipe guru yang "mengabdi dengan hati". Menurutnya, Didimus adalah teladan bagi para guru muda dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru saja bergabung.


    Acara purna bakti ini juga dirangkaikan dengan pemberian bingkisan bagi para guru dan pegawai yang lulus seleksi PPPK dan akan bertugas di tempat baru, menandai adanya estafet perjuangan pendidikan yang terus berlanjut.


    Poin Edukasi dari Sosok Didimus A. Dahur:


    1. Loyalitas dan Integritas: Bertahan selama 30 tahun di satu lembaga menunjukkan stabilitas emosional dan loyalitas tinggi terhadap profesi.

    2. Filosofi Kedisiplinan: Slogan "Di ujung rotan ada mutiara" mengajarkan bahwa hasil yang indah (karakter siswa) membutuhkan proses tempaan yang disiplin dan konsisten.

    3. Kecerdasan Emosional: Mampu beradaptasi dengan enam kepemimpinan yang berbeda menunjukkan kematangan dalam berkomunikasi dan bekerja sama.


    Didimus A. Dahur melangkah keluar dari gerbang sekolah dengan kepala tegak, memohon doa restu agar masa pensiunnya dipenuhi ketentraman lahir dan batin. Meski seragam ASN-nya telah disimpan, "mutiara-mutiara" yang ia asah selama 30 tahun kini telah tersebar menjadi manusia-manusia berguna bagi bangsa.


    DIDIMUS MENERIMA PENGHARGAAN SEBAGAI GURU TELADAN






















    Komentar

    Tampilkan

    Terkini