REOK BARAT. – Tragedi tenggelamnya seorang remaja berusia 14 tahun, Armedo W. Jeverson, di destinasi Tiwu Pai, Desa Wontong, Kecamatan Reok Barat pada Minggu (11/1/2026), menyisakan duka mendalam. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah kronologi lengkap peristiwa memilukan tersebut:
Rangkaian kejadian bermula pada pukul 10:00 WITA, saat korban bersama 9 orang rekannya tiba di Desa Wontong. Mereka langsung mendatangi Irenus Andar selaku pengelola destinasi Tiwu Pai dengan maksud untuk berkunjung. Pada saat itu, pengelola sebenarnya telah memberikan peringatan tegas bahwa destinasi tersebut sedang ditutup sementara sejak tanggal 5 Januari 2026. Namun, korban dan rekan-rekannya terus memohon agar diizinkan masuk ke lokasi hanya untuk sekadar melihat pemandangan dan berfoto.
Karena merasa kasihan, pengelola akhirnya mengizinkan rombongan tersebut masuk ke kawasan Tiwu Pai. Sekitar pukul 10:30 WITA, korban beserta teman-temannya bergerak menuju titik lokasi. Namun, setibanya di tepi air, rombongan tersebut ternyata melanggar tujuan awal mereka; mereka segera berganti pakaian dan bersiap untuk mandi di area tersebut.
Hanya berselang lima menit, tepat pukul 10:35 WITA, situasi berubah menjadi mencekam. Rekan-rekan korban tiba-tiba berteriak histeris meminta bantuan. Mendengar teriakan tersebut, Irenus Andar yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi langsung bergegas menuju sumber suara. Setelah mengetahui korban telah tenggelam, Irenus secara spontan melakukan aksi penyelamatan dengan menyelam ke dalam air secara manual. Sayangnya, meski telah dilakukan upaya maksimal, keberadaan korban tidak berhasil ditemukan di dasar air.
Informasi Lanjutan dari Kapolsek Reo memastikan langkah evakuasi lebih lanjut telah dikoordinasikan dengan Tim SAR dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat akan diterjunkan dan dijadwalkan tiba di Reo Barat pada malam ini untuk segera menyisir area kejadian pada senin (12/1/2026).
Sembilan rekan korban yang selamat saat ini masih berada di bawah pengawasan anggota Polsek Reok di rumah warga setempat untuk memberikan keterangan kronologi lebih mendalam kepada pihak kepolisian.
Penulis:Piter Bota


